Tampilkan postingan dengan label Dong Hae. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dong Hae. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Februari 2011

[Picture] K.R.Y 1st Concert - Donghae





credits: ELFISH
taken from @ sapphirepearls.com

Senin, 31 Januari 2011

it's not just a fanservice of us


Tittle : it’s not just a fanservice of us
Main Cast :
-          Eunhyuk
-          Donghae
Author : Nashelf Hafizhah Wanda
Genre : Yaoi / Romance
Rating : T / PG-15
Length : Drabbel or Oneshoot
Nb : aku buat nih FF cuma mau nyampein betapa cintanya aku sama Eunhae, I want to be a loyal Eunhae Shipper.
***
Don’t like, don’t read
You can bash me if you didn’t like this fanfiction
But please,
Don’t bash SUPER JUNIOR
They just cast in this fiction
Okay ?
***
Donghae POV—fanservice ? mungkin bagi member lain, ELF, dan dirinya sendiri fanservice hanyalah sekedar fanservice. Tapi, itu tidak bagiku. Bagiku, fanservice adalah saat-saat dimana aku dapat menunjukkan kepadanya betapa aku mengagumi dirinya.
Eunhyuk POV—fanservice ? hal yang selalu aku dan dia lakukan. Hal yang selalu aku dan dia tunjukkan. Hal yang selalu aku dan dia berikan dengan senang hati untuk membahagiakan ELF. Mungkin itu baginya, dan bagi member lain. Tapi, itu tidak bagiku. Bagiku, melakukan sebuah fanservice adalah saat-saat dimana aku dapat merasa memiliki dia seutuhnya.
***
Semua member suju telah memasuki dorm mereka yang luas, rapi walau sedikit terkesan berantakan. Kyuhyun, Yesung, Eunhyuk dan Ryeowook memasukki dorm mereka yang ada dilantai 11. Sedangkan, Donghae, Leeteuk, Heechul, dan Shindong memasukki dorm mereka yang ada dilantai 12.
Mereka mulai merebahkan tubuh mereka setelah melakukan kegiatan mereka untuk menghibur semua ELF yang ada di dunia. Super Show 3. Baru semenit mereka mencium bantal mereka, mereka sudah dijemput oleh alam mimpi mereka kecuali dua orang. Dua orang yang sama-sama sedang memikirkan fanservice mereka. Dua orang yang berbeda lantai namun satu fikiran. Mereka saling memikirkan satu sama lain.
Entah kontak batin apa yang mereka lakukan akhirnya mereka bangkit dari tidur mereka[?] dan berjalan keluar kamar mereka. Mereka berjalan menuju satu tujuan, lift. Dan akhirnya mereka bertemu dalam suatu kebetulan yang dapat dikatakan kesengajaan. Mereka tersenyum dalam diam. Semburat merah muncul di kedua tulang pipi mereka.
“ Hae—“ “Hyuk—“  ucap mereka bersama-sama
Mereka tersenyum dan akhirnya tawa mereka meledak.
“ kenapa kita canggung sekali, ya ? “ tanya Donghae bingung
“ molla, ngomong-ngomong kenapa kau belum tidur ? “
Donghae menggaruk pipinya yang sama sekali tidak gatal tersebut dan menatap Eunhyuk dengan pandangan mengagumi, “ aku tidak bisa tidur sedang memikirkan sesuatu, kau ? “
“ sama “
Mereka kembali terdiam. Suasana canggung menyelimuti mereka.
Eunhyuk POV
Kenapa jadi diam sekali, ya ? perasaan tadi di show aku dan dia malah cerewet dan nggak sediam ini. Tapi, kenapa—sekarang ?
“ Hae, kau masih belum mengantukkan ? “
Ia menggeleng. Aku tersenyum puas dan menariknya ke lantai bawah.
“ kalau begitu temani aku, aku belum bisa tidur.. maukan ? “
Ia tersenyum dan mengangguk. Aku ingin sekali berteriak namun semua itu ku tahan. Aku bukanlah siapa-siapa dihadapannya. Aku hanyalah seorang sahabat, seorang kakak, dan seorang keluarga untuknya. Tidak lebih dari itu. Dan aku rasa, itu akan berlaku untuk selamanya sampai kapanpun tidak akan berubah.
Taman
“ hh… “
Ku rapatkan kedua tanganku didadaku. Dingin. Ternyata udara diluar dingin sekali dan aku baru bisa menyadari hal tersebut setelah keluar dari dorm dengan menggunakan atasan T-shirt tipis. Donghae menatapku khawatir. Oh, jangan tatap aku seperti itu.., itu dapat membuatku kesusahan untuk bernafas.
“ gwenchana ? “ tanyanya sambil memegang dahiku
Ku tepis pelan tangannya yang ada di dahiku, “ gwenchana, aku hanya kedinginan “
“ dasar babo ! bukannya aku udah ngasih tau kalo udara malem itu dingin banget ? “ ia mengehembuskan nafas kesal, “ dan lihat, apa yang kau pakai sekarang, T-shirt tipis ?! “
Aku hanya menunduk tidak berani menatap wajahnya. Biarkan dia yang memarahiku. Biarkan aku yang mengalah. Karna aku percaya, menatap matanya dapat membuat segala kekesalanku terbang begitu saja.
“ kau ini ! dimarahi , malah diam saja ?! sinikan tanganmu ! “
Ia mengulurkan tangannya ke arahku. Aku menatap tangannya bingung. Untuk apa ? aku bertanya-tanya dalam hati, jangan-jangan…
“ u—untuk apa ? “
“ argh—“ ia langsung mengambil tanganku dan memasukkannya ke saku celananya.
Jantungku berdetak dua kali lebih cepat. Aku kesulitan bernafas, aku merasa aku membutuhkan oksigen saat ini. Kakiku lemas. Oh yatuhan, apakah mukaku memerah ? andwae !!
“ sudah merasa lebih hangat ? “ tanyanya
Aku hanya mengangguk. Dasar fishy bodoh ! kalau kau memperlakukanku seperti ini, bagaimana mungkin aku tidak merasakan kehangatan yang amat-sangat-luar-biasa sedang menimpaku, ha ?! satu sentuhan dari ujung jarimu sudah membuatku seperti tersengat beribu-ribu Volt tegangan listrik yang akhirnya bergetar sampai kedalam hatiku.
“ kau sakit, ya ? dari tadi diam saja.. “
Aku menggeleng lemah, “ mungkin aku masih kecapekan, kau tau sendirilah tadi di show aku terlalu bersemangat.. aku banyak melakukan show off, dan juga.. solo kita.. “
Tiba-tiba sebuah tawa meledak dari mulut kecilnya. Aku menatapnya heran. Kenapa ? apa ada yang salah dari kata-kataku ? memang apa yang salah ku katakan ya ?
“ hey ! ada yang salah ? “
“ aniyo, hanya teringat sesuatu saat aku melakukan solo kita “
“ memang apa yang kau ingat-ingat ? “ tanyaku ingin tahu
Dia tersenyum misterius dan menggelengkan kepalanya tanda ia tidak mau memberitahuku satu halpun darinya. Ia menjulurkan lidahnya jahil ke arahku.
“ ra—ha—si—a—“
Aku memukul dadanya kencang, “ yha ! katakan !! atau aku tidak akan melakukan solo itu lagi ! “
“ malah bagus, kan ? aku jadi tidak perlu cemburu lagi “
Deg!
Apa dia bilang ? cemburu ?
“ ce—cemburu ? “
Ia menutup mulutnya dan cengiran khas-nya muncul dikedua pipinya, “ akukan tidak perlu cemburu lagi kalau melihat yeoja itu disentuh-sentuh olehmu “
Setelah kata-kata itu selesai di ucapkan. Aku merasa, hatiku hancur berkeping-keping.
Donghae POV
Huaaa Fishy babo !! bagaimana bisa kelepasan sih ? aduh, gimana kalau dia nanya apa maksudnya dengan kata ‘cemburu’ tersebut ?! dia hanya menganggapku sebatas adik, sebatas saudara, sebatas keluarga. Tidak lebih dari itu. Kenapa aku katakan hal tersebut kepadanya ?
“ ce—cemburu ? “ tanyanya ragu-ragu
Aish, baru juga aku bilang. Jawab apa nih , bohong ? yah, apa boleh buat. Toh aku bohong sama nggak bohong emang pengaruh ya sama dia ? dia kan hanya menganggapku adik-saudara-keluarga dan itu tidak akan berubah.
Aku menutup mulutku berusaha untuk bersikap normal. Sebuah cengiran mulai ku berikan ke arahnya. Aku harus mengeluarkan kemampuan aktingku.
“ akukan tidak perlu cemburu lagi kalau melihat yeoja itu disentuh-sentuh olehmu “ dustaku.
Selesai aku mengucapkan kata-kata tersebut. Mulutnya terkunci. Matanya berubah sayu. Wajahnya tidak bersemangat dan aku merasa seluruh badannya berubah lemas. Mungkinkah ? ah, dasar fishy bodoh ! jangan banyak berharap !
Tiba-tiba sebuah air mata jatuh dari ujung matanya membasahi pipinya. Namun cepat-cepat dihapus olehnya. Aku memegang kedua pipinya, menatapnya dengan pandangan khawatir.
“ hyukkie ? gwenchana ? “
“ gwen—gwenchana, aku mau tidur, bolehkan ? “
Ia bersiap-siap pergi namun aku menahan tangannya. Ia berhenti berjalan. Aku menatap punggungnya yang membelakangiku tersebut.
“ wae ? ada sesuatu yang mengganggumu ? “
“ aniy, “
“ lalu, kenapa kau menangis ? “
Ia hanya diam dan diam. Aku menatapnya bingung. Tiba-tiba ia menyentakkan tanganku dan berjalan meninggalkanku tanpa memberikan komentar apapun terhadapku. Dia marah padaku ?
Eunhyuk POV
Aku langsung merebahkan diriku diatas tempat tidurku dan menutupi mukaku dengan bantal. Sungmin hyung sudah terlelap di atas tempat tidurnya. Sedangkan aku ? aku masih terjaga memikirkan kata-kata babo Fishy tersebut !
^kriet[?]…^
Aku mendengar suara pintu terbuka namun aku tetap menutup mukaku dengan seluruh bantalku. Aku berpura-pura tidur sampai akhirnya orang tersebut berjalan ke arahku dan duduk disamping tempat tidurku.
“ hyukkie—“ panggilnya pelan
Aku tetap teguh pada pendirianku agar aku sama sekali tidak menoleh ataupun merespon ke arahnya. Aku tetap diam dan berpura-pura tidur. Tanpa melihatpun aku sudah mengetahui siapa orang tersebut. Aku sudah menghafal suaranya di luar kepala. Suara favoritku. Suara yang terkadang membuat jantungku berdebar dua-kali lebih cepat dari biasanya. Suara yang terkadang membuatku merasa nyaman dan terbebas dari semua masalah.
“ Hyukkie, aku tau kau tidak tidur.., kau marah denganku ? “ ucapnya lagi dengan suara parau
Aku tetap diam. Aku sudah dapat menebak beribu-ribu persen bahwa aku sudah melupakan kata-katanya tadi. Aku tidak mungkin bisa bertahan lama dalam hal marah-memarahinya. Ia seperti mempunyai sebuah magic dari kata-katanya. Lebay ? of course.
“ Hyukkie, mianhe.. aku tadi hanya bercanda… “
Sesuatu yang dingin dan basah jatuh ke atas telapak tanganku. Basah ? dingin ? apakah—pertanyaanku langsung terjawab begitu aku mendengar suara isakan disampingku. Aku tau Donghae sedang menangis sekarang. Aku tau. Tapi entah mengapa aku tak ingin menghiburnya seperti biasa, tepatnya tidak bisa.
“ arasseo, mungkin kesalahanku terlalu banyak.. mianhe Hyukkie, aku tadi hanya bercanda “
Ia bangkit berdiri dan mulai berjalan ke arah pintu kamarku. Aku tidak melihatnya namun aku merasakannya. Aku menggigit bibir bawahku. Aku tidak bisa bertengkar dengannya, aku tidak mungkin sanggup.
“ hae… “ panggilku pelan tanpa melepas bantal dari mukaku
Ia berhenti, “ ne ? “
“ kemarilah “
Aku mulai menyingkirkan bantal dari mukaku dan menatapnya yang masih berdiri di ambang pintu. Ku tepuk-tepuk tempat kosong disamping tempat tidurku.
“ ayolah, duduk sini… “
Ia berjalan ragu-ragu ke arahku. Aku tersenyum dan menggenggam pergelangan tangannya. Benarkan apa kataku, aku sudah melihat matanya dan kalian tau apa yang kurasakan saat ini ? tidak ada. Kesedihan itu telah menghilang berkat melihat matanya. Matanya yang tenang namun seperti menyiratkan kerapuhan. Membuat semua orang yang melihatnya menjadi terpukau dengannya.
Aku mendudukannya di sampingku tanpa melepaskan pegangan tanganku. Aku tau ia masih takut dengan kenyataan bahwa aku masih marah dengannya. Tapi, ayolah, aku tidak pernah bisa serius jika marah dengannya.
“ ada sesuatu yang mengganggumu ? kau punya masalah ? “ aku bertanya sedikit khawatir saat melihatnya hanya duduk dengan kepala tertunduk, dan tentu saja.. diam.
“ ada “
“ apa itu ? “
“ kamu “
Aku terdiam. Jadi masalahnya aku. Aku terdiam tidak sanggup membalas kata-katanya. Ia menggenggam tanganku membuatku merasa jantungku berdebar dua kali lebih cepat.
“ hyukkie… “
“ n—ne ? “
“ kau tau ? selama ini , selama kita melakukan sushow dan setiap kita melakukan  solo itu, perasaanku pasti berubah, entah mengapa aku pasti selalu ingin memukul sesuatu “
Secemburu itukah dia dengannya ? sedalam itukah rasa sayangnya terhadap noona* itu ? dan setidak terlihatkah perasaannya kepada Donghae selama ini ? apakah dia tidak bisa melihat sedalam apakah rasa sayangku kepadanya ?
“ ka—kau benar-benar menyukai noona itu ? “
“ m—mwo ? noona ? siapa yang yang kau maksud ? “
“ noona itu, partner kita saat melakukan solo. Kau benar-benar menyukainya ya ? “ tanyaku sedikit berusaha menyembunyikan rasa sakit hati yang mulai bersarang
“ noona itu ? kata siapa ? “
“ tadi katamu—“
“ aku bukan menyukainya “ potongnya cepat
Kalau bukan dia, lantas siapa? Hanya dia yang mampu membuat Donghae cemburu. Tu—tunggu, kalau bukan noona itu, mu—mungkinkah ?
“ H—hae, “
“ ne, itu semua karnamu “
Aku terdiam. Jantungku berdebar semakin cepat. Dan aku yakin tanganku mengeluarkan keringat dingin. Apa maksudnya ? apakah yang dia maksud adalah, dia suka padaku ?!
“ hyukkie “
Aku menggigit bibirku, “ n—ne ? “
“ apa kau tidak pernah merasakan apa yang pernah ku rasakan selama ini ? dengan fanservice kita, solo kita, dance battle kita, selama ini apa kau hanya menganggapku sebagai sahabat sebagai mana member lain menganggapku sahabat ? “
“ a—aku, “
“ kau tidak perlu menjawab dengan terpaksa, aku hanya butuh jawaban jujur. Apakah selama ini kau melakukan fanservice dengan sepenuh hatimu ? apakah kau menyukainya ? “
“ a—aku, aku “
“ selama ini, apa kau bahagia dekat denganku ? atau kau dekat denganku hanya karna terpaksa ? jawab hyuk ! “
“ paboya ! “ aku memukul kepalanya keras, “ kalau kau terus berbicara seperti itu bagaimana aku mau menjawabnya !! “
Ia menunjukan cengiran manis khasnya, “ arasso, jadi ? bagaimana ? “
Aku menarik nafas panjang-panjang, “ selama ini aku senang melakukan fanservice denganmu, selama ini aku menyukai melakukan berbagai fanservice denganmu daripada dengan member yang lain, aku tidak pernah melakukan fanservice dengan terpaksa, aku selalu melakukannya dengan sepenuh hatiku, selama ini aku bahagia dekat denganmu dan tidak pernah satu kata terpaksa menghiasi kedekatanku kepadamu[?], singkat cerita aku merasakan semua yang kau rasakan “
“ jadi, maksudmu ? “
Aku tersenyum hangat, “ aku mencintaimu, saranghaeyo… “
Aku sudah mengeluarkan semua perasaanku. Aku sudah menceritakan semua apa yang aku rasakan. Aku telah melemparkan hatiku untuknya, sekarang terserah dia apakah mau menangkapnya atau malah membuangnya. Aku telah jujur dengannya, dan juga, diriku sendiri.
“ hyukkie, kau tau benar bagaimana caranya membuatku bahagia !! “
Ia menarikku kedalam pelukannya. Pelukannya yang hangat, pelukannya yang mampu membuat jantungku berdebar lebih cepat, pelukan yang selalu aku sukai ketika kami melakukan fanservice. Aku membenamkan wajahku di dadanya, ia mulai membelai rambutku dengan lembut.
“ hyuk ? “
“ ne ? “
“ menurutmu selama ini, apa itu fanservice ? “
Aku tersenyum, “ fanservice ? hal yang selalu aku dan kau lakukan. Hal yang selalu aku dan kau tunjukkan. Hal yang selalu aku dan kau berikan dengan senang hati untuk membahagiakan ELF. Mungkin itu bagimu, dan bagi member lain. Tapi, itu tidak bagiku. Bagiku, melakukan sebuah fanservice adalah saat-saat dimana aku dapat merasa memilikimu seutuhnya “
Ia tersenyum sebelum mencium dahiku, “ kalau menurutmu ? apa itu fanservice ? “ tanyaku balik
“ fanservice ? mungkin bagi member lain, ELF, dan dirimu sendiri fanservice hanyalah sekedar fanservice. Tapi, itu tidak bagiku. Bagiku, fanservice adalah saat-saat dimana aku dapat menunjukkan kepadamu betapa aku mengagumi dirimu “
Kami tersenyum hangat. Ia menghadapkan mukaku hingga muka kami berhadapan. Entah siapa yang memulai wajah kami mulai mendekat satu sama lain. Aku dapat merasakan nafasnya diatas bibirku dan aku yakin, ia juga dapat merasakan nafasku di atas bibirnya.
“ aku baru menyadari suatu hal, “
“ apa itu ? “ mataku tak lepas dari matanya yang menatapku hangat,
“ fanservice adalah bentuk cinta kita “ ucapnya sebelum akhirnya mendaratkan bibirnya dibibirku.







***
Argh!
Another fail fanfiction! (-______-)”

Jumat, 31 Desember 2010

EunHae or Eunteuk ?!

Main Cast :
- Eunhyuk
- Donghae

Author : Nashelf Hafizhah Wanda
Genre : Yaoi / Romance
Length : One shoot
Dc : the plot is mine, but the cast is belons to SMentertainment and they self.

***

Eunhyuk POV

Brak !!

Aku menoleh dan mendapati Donghae sedang berdiri didepan pintu kamarku. Mukanya tertekuk. Aku menghampirinya khawatir.
" Wa... "
belum selesai kata-kataku Donghae telah memelukku erat. Aku menatapnya heran.
" Hyukkie-ya... " ia memelukku erat
" Waeyo ? "
" Kau tidak akan pergi dariku, kan ? "
" Eh ? Pergi ? Kenapa aku harus pergi darimu ? "
Ia memelukku semakin erat tapi mulutnya tetap diam. Sebenarnya ada apa sih dengannya ?
" Katakan saja, kau tidak akan pergi dariku, kan ? apapun yang terjadi kau tetap akan disampingku, kan ? "
Aku mengangguk, " iya, aku tak akan pergi darimu.. "
Ia melepas pelukannya dan menatapku. Ia menyodorkan jari kelingkingnya. Aku menatapnya heran.
" Janji ? "
Aku tersenyum, ku kaitkan jari kelingkingku di jari kelingkingnya, " yaksok "
Ia tersenyum dan mengecup pipiku lembut. Semenit kemudian ia sudah bertingkah seperti tidak terjadi apa-apa. Donghae kenapa ?

***

Aku merebahkan kepalaku diatas paha Donghae yang sedang duduk menyandar di tempat tidurku. Ia sedang sibuk dengan Twitternya. Aku tersenyum kecil melihat ia yang amat-sangat serius memperhatikan iphonenya. Tangannya yang bebas membelai lembut rambutku.
" Hyukkie-ya.. "
" Hmm ? "
" Kau mencintaiku, kan ? "
Aku bangun dan menatapnya tepat dimatanya. Jangan bilang Donghae aneh lagi seperti tadi pagi. Apa dia mulai tidak percaya dengan semua kata-kataku ?
" Tentu saja, kau meragukanku ? Sejak tadi pagi kau sepertinya tidak percaya denganku... " aku menundukkan kepalaku
Ia mengangkat daguku, " aku percaya padamu Hyukkie.. "
" Lalu, kenapa dari tadi pagi kau seperti meragukanku ? "
" Aku tidak meragukanmu.., "
" Lalu kenapa ?! "
Ia tersenyum dan menggeleng lemah, " lupakan saja, "
Ia menarik tubuhku dan menyandarkan kepalaku kebahunya yang tegap tersebut. Tangannya yang kanan melingkari pinggangku erat, sedangkan tangannya yang sebelah kiri masih sibuk dengan iphonenya.
" Sedang apa sih ? "
" Twitter, mencari tau apa yang dilakukan oleh ELFs.. "
Aku tersenyum kecil, " apakah ELFs tau kita sedang berdua ? " tanyaku usil
" sepertinya tidak, wae ? Kau ingin mereka tau ? "
" Jangan !! " sergahku cepat, " aku malu.. "
Ia tersenyum manis. Ia membelai rambutku lembut, aku mulai memejamkan mataku. Perasaan hangat menyergap ditubuhku, aku jadi ingin tidur. Saat aku baru mau memejamkan mataku, tiba2 ada yang mengetuk pintu kamar kami.

Tok.. Tok..

Aku bangkit dan membukakan pintu. Teuki hyung. Aku tersenyum ke arahnya.
" Wae hyung ? "
Ia mendecakkan lidahnya kesal, " belum mandi ?! Jam 5 kita ada jadwal sukira ! "
Aku menepuk jidatku, " haish, mianhe hyung aku lupa, aku mandi sekarang deh.. Aih, aih, sebentar ya hyung.. Beri aku waktu lima menit saja "
" Iyaiya, cepat "
" Gomawo hyung, " aku tersenyum amat manis ke arahnya sebagai tanda terima kasih karna mau memaklumi tingkat pelupaku yang akut ini.
" Cepat ya, aku tunggu di depan "
Aku mengangguk. Teuki hyung menutup pintu kamarku. Aku langsung melesat cepat ke kamar mandiku. Saat aku mau masuk ke dalam kamar mandi, Donghae berdiri didepanku.
" Hae-ya.., waeyo ? aku mau mandi, aku bisa telat "
" Hyukkie, bisakah aku menemanimu selama di Sukira ? Menggantikan Teuki hyung ? "
" Akh, kau tanya saja pada Teuki hyung, yang jelas aku mau mandi ! "
Aku menyingkirkan badan Donghae dari pintu kamar mandi dan mulai mandi secepat aku bisa. *pasti nggak bersih-_-*

***

" Ya hyung, ayo.. " aku keluar kamar, saat ini aku telah berpakaian bersih, wangi dan rapi
Tiba-tiba Donghae berdiri dari duduknya dan tersenyum ke arahku. Aku menatapnya heran saat ia mengulurkan tangannya ke arahku.
" Apa ? "
" Ayo kita ke Sukira.. " *senyum*
" Mwo ?! " aku menatap Teuki hyung yang sedang duduk santai membaca koran pagi-padahal sekarang sudah jam 5-, " hyung, bukannya hari ini kau tidak ada jadwal lain ya ? Kau hanya ada jadwal sukira, kan ? "
" Donghae menggantikanku, lumayan.. Ahjussi sepertiku kan harus banyak istirahat "
" Oh, "
Donghae tersenyum makin lebar ke arahku. Aku menatapnya ngeri. Kenapa ya aku merasa seharian ini Donghae amat-sangat aneh ke arahku ?
" Ayo, sekarang udah jam lima lebih spuluh menit loh.. "
" What ?! Ah, ayoayo "
Tanpa basa-basi aku langsung menarik tangannya ke arah mobil yang akan mengantar kami ke Sukira. Tanpaku sadari Donghae tersenyum setan dibelakangku.

_-:: Sukira ::-_

" Loh, hari ini Teuki oppa kenapa ? Apakah sakit sehingga harus digantikan dengan Donghae oppa ? " tanya salah satu staf perempuan di Sukira *kalian taukan disukira itu ada salah satu staf perempuan yang emang deket sama EunTeuk selama di Sukira ?*
" Aniyo, hari ini Teuki hyung baik-baik saja, "
" Haah, syukurlah.., jadi EunTeuk tidak ada ya ? " ujarnya lemas

Donghae POV

" Haah, syukurlah.., jadi EunTeuk tidak ada ya ? "
Mendengar hal tersebut senyuman diwajahku langsung menghilang. Haih, EunTeuk lagi, EunTeuk lagi. Aku membiarkan mereka berdua bercakap-cakap biarlah membahas EunTeuk bodoh itu lagi. Aku langsung duduk dan mengenakan headphoneku dan langsung ber-DJ seasal mungkin.

[Istirahat]

" Kau kenapa tadi ? " tanya Eunhyuk tanpa melihatku
" Eonjeyo ? "
" Tadi saat aku berbicara dengan staf itu, kenapa kau langsung men-DJ sendirian ? Dan sejak tadi kau diam, dan aku bingung seharian ini kau terus bersikap aneh ! Ada apa denganmu ?! " nada suaranya meninggi
" Memang aku bersikap aneh, ya ? "
" Haaah ! Suka-sukamulah ! " ia bangkit dan berjalan meninggalkanku yang terpaku ditempat
'Dia marah ?' batinku
Ia berjalan ke arah staf perempuan tadi. Ia melambaikan tangannya dan tersenyum manis. Aaargh !! Seharusnya kan senyuman itu hanya untukku (TT~TT) *<-ekspresi donghae*
Aku mengambil iphone-ku lagi, membuka layanan internet dan mulai bertwitter lagi.

*** In Eunhyuk and Rae In side ***
[Kita sebut saja staf perempuan ini bernama : Kim Rae In hahahahha]

" Oppa, sepertinya Donghae oppa marah denganmu.. "
" Dia marah denganku ? Hah ?! "
" Tuh, begitu oppa keluar ia langsung cemberut dan mengeluarkan iphonenya.. "
Eunhyuk menoleh ke arah Donghae dan benar saja, Donghae sedang asyik dengan iphonenya.
'Pasti twitter itu lagi..,' batin Eunhyuk kesal
" Dia tidak marah denganku, aku yang marah dengannya "
" Wae ? "
Yeoja bernama Rae In itu menatap Eunhyuk dengan mata bulatnya. Tanda bahwa ia benar-benar tertarik dengan arah pembicaraan ini.
" Molla, aku merasa dia aneh seharian ini, berkata seenaknya, marah seenaknya, memaksa seenaknya, cemburu seenaknya, kira-kira dia kenapa, ya ? "
" Oppa tanyakan saja ke padanya, saranku sih oppa buat dia senang dulu ajak jalan-jalan baru deh setelah itu oppa tanya kenapa dia seperti itu "

*** back to Donghae POV ***

" Haih ! Lagi-lagi ! "
Ku banting iphoneku ke atas meja. Lagi-lagi tulisan itu harus ku baca. Lagi-lagi kalimat itu harus ku baca. Dan lagi-lagi angka itu yang terlihat.
" Yha ! Kenapa kau membanting hpmu ? Ada masalah, kah ? "
Aku menoleh, Eunhyuk sedang menatapku dengan pandangan aneh. Aku segera bangkit dan memeluknya. Ku dekap erat dirinya. Jangan sampai tulisan yang aku baca tadi menjadi kenyataan...

Eunhyuk POV

Lagi-lagi dia memelukku erat seperti ini. Benar kata Rae In, aku harus bertanya ke padanya. Aku melepas tubuh Donghae dan menatapnya tepat dimatanya. Dan baru ku sadari, mata itu sedang menatapku dengan pandangan sayu. Aku memegang bahunya.
" Kau kenapa lagi ? "
Dan sesuai dugaanku dia hanya menggeleng lemah. Aku menghela nafas.
" Kau ingin membuatku khawatir, huh ? "
Ia menggeleng kuat-kuat, " aku tidak ingin kau khawatir "
" Lalu kenapa ? Kalau kau seperti ini terus aku khawatir bodoh ! "
" Aku.., "
Aku melirik jam tanganku, " kalau sudah sampai di dorm pokonya kau harus menjelaskannya padaku, sekarang jam istirahat telah habis, ayo kerja " potongku cepat

***

Aku merogoh kantung celanaku, dan menghubungi Teuki hyung.
" Yoboseyo ? " sahut suara disebrang
" Yoboseyo, hyung bisakah aku pulang terlambat dengan Donghae ? "
" Eh ? Eodiyo ? "
" Molla, ingin jalan "
" Baiklah, di mobil ada kunci cadangan, kan ? "
" Aku rasa sih iya "
" Arasseo, jangan pulang terlalu larut ya.. "
" Ne hyung.. Algasseumnida.. "
" Oke, annyeong.. "
" Annyeong "
Aku tutup telfonku. Saat aku berbalik ku lihat Donghae sedang menatapku, bibirnya cemberut. Ya tuhan, dia kenapa lagi ?!
" Mwo ? "
" Aniyo, mau kemana kita ? "
" Membuatmu senyum, kau mau kemana ? "
Ku tarik tangannya keluar dari Sukira menuju mobil yang sudah menunggu kami dengan setia. Ku genggam tangannya agar ia tidak kabur. Kan bahaya kalo Donghae kabur terus ada ELF yang nemu, pasti Fishyku tersayang itu nggak bakal utuh lagi. Ku tarik dia agar duduk disampingku.
" Katakan kau mau kemana ? "
" Ke sungai Han saja.. " jawabnya lemas
Aku mendesah kecewa. Ia benar-benar tidak semangat. Ku lepas tanganku yang ada di genggamannya. Ia menatapku seolah-olah tak terima. Aku membuang muka keluar. Masa bodoh deh...

_-:: Sungai Han ::-_

" Hyukkie... "
Bodo amat. Aku berjalan lebih cepat darinya. Ia menahan lenganku. Kemudian ia membalik badanku menatapnya. Ia memegang kedua pipiku.
" Wae ? Kenapa kau marah ? "
" Aku kesal bodoh ! "
" Karna aku ? "
Aku tertawa keras, " tentu saja ! Kau kira aku kesal karna siapa selain dirimu yang sejak tadi pagi nyaris membuatku gila kau tau ?! "
" Mi..mianhe.. " ucapnya sambil menundukkan kepalanya
" Haaaaah, ya sudah, ayo nikmati malam ini, kita nikmati indahnya sungai han dimalam hari, jangan marah-marah lagi ok ? "
Ia mengangguk dan menggenggam tanganku erat. Aku mengajaknya menelusuri sungai han yang amat-sangat luas ini. Ternyata udara malam dingin juga. Aih babo ! Sekarangkan bulan Desember, musim dingin. Haaah, aku tidak bawa jaket lagi...
Iseng-iseng aku menghembuskan nafas dan benar saja, sesuai dugaanku kepulan uap-uap muncul. Donghae menoleh ke arahku.
" Kau kedinginan ? " tanyanya khawatir
Aku mengangguk ragu, " gwenchana, sudah biasa juga.. "
Ia memukul kepalaku pelan dan melepas jaket yang ia gunakan. Ia sampirkan ke tubuhku. Setelah berhasil memakaikan jaketnya ke tubuhku, ia menggenggam tanganku. Hangat...
" Otthoke ? Masih dingin ? " tanyanya
" Sudah sangat hangat.. "
Ia tersenyum, " apa sebaiknya kita pulang saja ? "
Aku menggeleng tegas, " aku masih ingin disini.. Disini pemandangannya sangat indah.. "
" Baiklah, duduk yuk.. Disana tuh sepertinya enak " ia menunjuk suatu tempat
Aku mengikuti arah yang ditunjuk. Sebuah tempat kosong yang lumayan bagus. Aku tersenyum dan mengangguk. Ku tarik tangannya ke tempat tersebut.
Aku mendudukkan badanku, ia juga duduk disampingku. Ku tarik kepalanya ke bahuku dan ku usap perlahan.
" Ternyata monyetku hangat juga, ya... "
Aku memukul kepalanya pelan. Kami tertawa bersama. Tangannya yang bebas mengeluarkan iphonenya lagi. Aku langsung menarik iphonenya dengan tanganku yang bebas.
" Yha hyung.. Kenapa diambil ? " Ia merajuk kesal
Aku masukkan iphone tersebut kedalam saku jaket yang ku kenakan sekarang dan diam seolah-olah tidak mendengar bahwa ia berbicara.
" hyukkie... Iphoneku... "
" No !! Kalau kau sudah memegang iphone ini pasti kau berubah jadi aneh dan memelukku seenaknya, aku tidak mau ! "
Ia memanyunkan bibirnya, " nae hyukkie.. Jangan ya... Aku janji deh tidak aneh-aneh lagi "
Ia mengeluarkan Fishy-eyesnya tersebut. Aku menghela nafasku panjang-panjang. Aku menatapnya pasrah. Ku keluarkan iphone tersebut dari jaketku, er.. Jaketnya maksudku.
" Yaksok ? Janji tidak aneh-aneh ? "
" Ne ! Cepat berikan... " Ia memohon-mohon seperti anak kecil yang meminta lolipopnya dikembalikan
" Ckck, kau seperti anak kecil saja.. Hanya gara-gara iphone pula, hhh... "
" Tapi suka juga, kan ? "
Aku terdiam. Iya juga ya. Ku biarkan ia tertawa setan disampingku dan mulai membuka twitternya lagi. *donghae gila banget sih ama twitter-_-*
" Twitter lagi ? " tanyaku sambil menghadap lurus kedepan
" Ye, waeyo ? "
" Aniyo, aku hanya merasa kau akan berbuat aneh-aneh lagi, kalau kau sudah memegang iphone dan membuka twitter-mu itu "
Ia hanya tertawa kecil. Kami diam. Aku menikmati deburan ombak-ombak kecil yang dibuat oleh Sungai Han. Ku biarkan Donghae sedang asyik dengan dunianya sendiri.
" Aaaargh !! "
Aku menutup telingaku. Tiba-tiba Donghae berteriak amat -sangat kencang dan benar-benar membuat telingaku sakit. Seluruh orang memperhatikan ke arah kami berdua.
" Baboya ! Buat apa teriak ?! "
Ia menggeleng dan menarik tanganku kasar. Benarkan dugaanku, seharusnya iphone itu tidak ku berikan ! Seharusnya aku tidak tergoda dengan Fishy-eyesnya.
" Mau kemana ? " tanyaku keras disela-sela usahanya menarik-narik tanganku dengan kasar
" Pulang ! Aku lelah "
Aku menepis tangannya keras, " kalau mau pulang bilang saja ! Jangan menarik-narik tanganku seperti itu, kau kira aku boneka hah ?! "
Aku berjalan mendahuluinya ke arah mobil. Setelah sampai di dorm aku harus bertanya kepadanya !

***

Ku tarik kasar tangan Donghae menuju kamar kami berdua. Ku dorong dia masuk, ku kunci pintu kamar. Dan menatapnya tajam.
" kau sudah janji padaku tidak akan marah jika aku memberikan iphonemu lagi, nyatanya kau tetap marah, apasih maumu ?! "
Ia berjalan ke arah tempat tidur, " aku mau tidur, aku ngantuk "
Ku tarik tangannya dan mendorongnya ke arah dinding. Ku kunci tubuhnya dengan kedua lenganku. Ku tatap tajam tetap dimatanya.
" Kau ingin aku bagaimana sih ? "
" Eh ? "
Aku menghembuskan nafasku lemas, " aku bingung, aku begini salah aku begitu juga salah, sebenarnya kau ingin apa ? Ingin aku stress begitu ? "
" Bukan begitu Hyukkie.. Aku.., "
" Aku lelah Hae.., aku lelah kau terus menyalahkanku padahal aku tidak berbuat apa-apa, aku lelah.., "
" Mianhe.., naega jalmothaesso.. "
" Sebenarnya ada apa ? Apa yang terjadi pada dirimu seharian ini ? Kau mulai tidak percaya denganku... "
" Akan ku beri tahu.., tapi.. Jangan tertawa ya.. "
Aku mengangguk dan mulut kecilnya mulai menjelaskan apa yang terjadi

#flashback-Donghae POV#

Pagi itu aku sedang bosan. Eunhyuk sedang asyik dikamarnya dan aku tidak tega mau mengganggunya. Aku mengambil iphoneku, dan mulai membuka Twitter. Elf sedang apa ya ?? Nah sudah sign in, sekarang saatnya melihat ELF sedang apa.

" #pickone : EunHae or EunTeuk "

Senyumku terangkat begitu melihat tulisan tersebut. Tentu saja EunHae-lah yang terbaik. Namun ternyata dugaanku meleset, EunTeuk menang. 5 orang memilih EunHae dan 13 orang memilih EunTeuk. Aku menutup aplikasi twitterku dengan kesal. Dimana-mana juga EunHae Couple-lah yang paling bagus !
Aku langkahkan kakiku ke arah kamar Eunhyuk, aku tak ingin kehilangannya. Aku tak ingin dia direbut oleh Hyung-ku sendiri. Begitu pintu terbuka kulihat Eunhyuk menatapku bingung. Aku langsung menghambur kepelukannya. Ia milikku...

*Sukira*

Aku mengambil iphoneku lagi. Daripada memikirkan Eunhyuk. Ah, apakah pertanyaan EunTeuk dan EunHae itu masih ada ya? Aku buka twitter lagi. Yes! Ada pertanyaan seperti itu. Aku akan menunggu siapa jawabannya, tentu saja EunHae, bahkan sekarang EunHae couple sedang Sukira bersama. Bukankah itu hebat ??
Ah, hasilnya keluar, siapa yang menang..

" 13 orang memilih EunHae " yes ! EunTeuk kalah, yang memilih EunTeuk ada berapa ya? 

" 20 orang memilih EunTeuk "

Argh ! Ku banting iphoneku dengan kesal.
" Kenapa kau membanting iphonemu seperti itu ? "
Aku melihat Eunhyuk sedang menatapku heran. Lagi-lagi aku berjalan ke arahnya dan memeluknya erat. EunHae tetaplah nomor satu...

*malamnya*

(Apakah author perlu menceritakannya ? Hahahahha author capek nah-_-)

#end of Flashback, end of Donghae POV#

" BOAHAHAHA, " tawaku meledak setelah mendengar ceritanya 
" Yha ! Jangan tertawa ! Aku malu " ucapnya
Aku melihatnya, mukanya memerah. Ckck, Donghae benar-benar seperti anak kecil. Jadi, dia cemburu hanya gara-gara hal sesepele itu ? Astaga, aku tidak menyangak sebegitu tidak inginnya dia jauh dariku. Aku megangkat tanganku yang memenjaranya tersebut dan mengusap pipinya lembut. 
" Jadi, kau cemburu hanya gara-gara EunTeuk ? Kau ingin hanya ada EunHae ? "
Ia menganggukkan kepalanya dan menatapku, matanya sayu. Ya tuhan, aku benar-benar ingin tertawa melihatnya seperti ini. Dia benar-benar pencemburu yang keras, seperti seorang yeoja saja. Aku menggigit bibir bawahku berusaha tidak tertawa, aku tidak boleh tertawa di saat-saat seperti ini. 
" Hyukkie... " panggilnya pelan
" hmm ? " sahutku seadanya
" kau, tidak akan marahkan padaku ? "
Aku tersenyum setan. Entah mengapa sifat jahilku muncul dan ingin sekali menjahilinya. Aku mulai menatapnya tajam. Ku lepas tanganku yang ada diwajahnya. Aku berbakat dalam hal seperti ini. HAHAHA.
" kau kira aku tidak lelah jadi objek kemarahanmu seperti itu ? Aku lelah bodoh ! " 
Ia terdiam dan menunduk, " mianhanda... "
" kau kira dengan maaf hanya cukup ? "
Tiba-tiba aku merasa ada yang jatuh ke atas punggung tanganku. Basah, dan.. dingin. Cepat-cepat aku mengangkat wajahnya dan benar dugaanku. Wajahnya memerah, air mata telah membasahi pipinya yang mulus tersebut. Haih, mati deh.
" Uljima... " 
Ia masih menatapku dengan wajah lesu tersebut, " Mianhe.. "
" gwenchana, lagipula aku tadi tidak benar-benar marah denganmu.. mana mungkin aku bisa marah denganmu hanya karna kau cemburu dengan Teuki hyung ? aku tidak bisa Hae-yha... " 
" jadi ? tadi kenapa kau marah seperti itu ? " tanyanya tidak terima
" aku.., hanya menjahilimu "
Ia memukul dadaku keras, " jahat !! Hyung jahat ! " 
" yang jahat pertama siapa ? siapa yang pertama kalinya marah padaku ? hmm ?? "
Ia terdiam. Haih, Donghaeku benar-benar deh. Aku memberikan senyuman yang paling manis yang pernah aku berikan. Mungkin sih..., 
" Donghae-ya dengar ! mulai sekarang jangan cemburu lagi ya.. Apapun kata orang diluar sana, bagiku EunHaelah yang paling penting untukku, kau jangan cemburu lagi ya.. Jebal.. "
" Yaksokhae ? " ia menyodorkan kelingkingnya ke arahku
Aku tersenyum dan mengaitkan kelingking kecilku ke jari kelingkingnya yang manis tersebut. Ia menatapku senang. 
" Yaksok " 
Ucapku tulus. Ia tersenyum lebar akupun balas tersenyum lebar. Ku kecup lembut jari kelingkingnya yang terkaitkan dijari kelingkingku. Pipinya bersemu merah.
" Hyung... "
" ne ? " 
" Ah aniy, tidak jadi.. " 
Aku menatapnya heran, " kau mau mulai aneh-aneh lagi ? "
" aniyo !! aku.. aku.. " 
Ia terlihat amat-sangat-gugup. Mukanya bersemu merah. Dan aku dapat merasakan keringat dingin keluar dari jari kelingkingnya yang sedang terkaitkan dengan jari kelingkingku. Aku menatapnya lembut dan mengaitkan jari-jariku kedalam jari-jarinya. Ku mainkan tangannya. 
" Kau terlihat gugup, katakan saja, kau kenapa ? " 
" aku... "
" ah, kalau kau seperti ini, lebih baik aku tidur saja ya.... "
Aku telah bersiap-siap berjalan ke tempat tidurku namun tangan kecil miliknya menahan tubuhku. Ku balikkan badanku.
" Apa la—"
Kata-kataku terputus. Bibir kecilnya telah menutup mulutku. Sedetik kemudian ia melepas ciumannya. Dan menundukkan kepalanya. Semburat merah terlihat di kedua tulang pipinya.
" dengan begini, seutuhnya kau telah menjadi milikku " bisiknya pelan
Aku tertawa, " jadi, ini yang ingin kau katakan dari tadi ? "
Ia mengangguk perlahan. Ku raih dagunya dengan lenmbut dan mendongakkan kepalanya ke atas. Ia menatapku malu, semburat merah masih muncul dikedua tulang pipinya. Aku tersenyum lembut. 
" sekarang biarkan aku yang memilikimu seutuhnya... "
Aku mulai menciumnya dengan lembut. Dengan begini, kami telah saling memiliki....


***

END^^
Comment please♥